Arsip Tag: postaday

Diproteksi: We Built This City Save, Profit & Protection

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Just for You WordPress

In response to The Daily Post’s writing prompt: “Last but Not Least.”

Siapa orang yang paling berjasa untuk anda? Orang tua, guru, teman atau bos besar anda? adalah orang tua yang pantas menjadi yang pertama, anda tentu tahu! karena mereka yang membimbing kita dari kecil hingga dewasa. Jika saat ini anda berumah tangga saya yakin anda pasti akan merasakan apa yang orang tua kita dulu rasakan saat mengasuh kita.Begitu banyak waktu yang di curahkan untuk kita, tak peduli siang atau malam . Ketika kita membutuhkan mereka selalu ada untuk kita. Anda pasti sudah tahu dampak positif dari hal ini. Kasih sayang dan perhatian mereka akan menjadi memori yang sangat indah . Jika anda ingin tahu sebesar apa kasih sayang anda pada mereka cukup renungkan kata-kata ini ” apa yang sudah saya lakukan untuk membahagiakan orang tua saya?  ”  jika anda merasa belum dapat membahagiakan mereka pasti anda akan merasakan perasaan bersalah dalam diri anda. Dan berkata pada diri anda ” saya harus melakukan sesuatu untuk membuat bahagia orang tua saya ”

Orang kedua yang berjasa pada diri saya adalah guru saya

” satu biji padi yang di tanam, akan menghasilkan benih padi yang lebih baik dan lebih banyak jumlahnya “

untaian kata di atas adalah salah satu ajaran yang di ajarkan guru spiritual , satu biji padi ibarat satu ilmu yang kita miliki kemudian kita ajarkan pada beberapa siswa kita, ilmu itu kemudian di ajarkan  siswa kita pada orang lain maka ilmu itu akan lebih baik dan bermanfaat untuk semua orang. Beliau adalah salah satu orang yang berjasa bagi diri saya selain orang tua saya tentunya. Ajaran mengenai kejujuran adalah pedoman hidup yang sangat bermanfaat . Lalu siapa orang terakhir?

Orang terakhir yang berjasa untuk saya ini adalah Daily Post dan WordPress Teamwork? Dalam benak anda mungkin akan bertanya? Mengapa Daily Post dan WordPress Teamwork yang saya pilih ! Bukan tanpa sebab saya memilih mereka, beragam kemudahan yang saya nikmati untuk menuangkan ide-ide kreatif berdasarkan ilmu pengetahuan yang saya miliki membuat saya yakin untuk memilih dan mempergunakan WordPress sebagai sarana untuk menuliskan beragam pengetahuan yang saya harapkan bermanfaat untuk semua pembaca . Saya ucapan terima kasih pada semua WordPress Teamwork yang telah membantu saya secara langsung maupun tidak langsung,baik itu dorongan atau tantangan menulis serta bantuan lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Banyak kejutan yang membuat saya bangga dan percaya diri salah satu hal yang paling berkesan adalah ketika Anekaragamilmu.wordpress.com yang saya kelola ini di review . Meskipun pada awal pembuatan blog ini saya mengalami  beberapa masalah dan kesulitan karena kurangnya pengetahuan saya mengenai Blogging saya salut dan kagum dengan kesabaran WordPress Teamwork yang menuntun saya hingga mampu membuat artikel yang saya tuliskan ke seluruh penjuru dunia. Ibarat sebuah tim sepak bola saya ini pemain pemula yang tak punya pengalaman apapun berkat bimbingan dan kesabaran WordPress Teamwork saya bisa menjadi bagian tim meskipun hanya ikut bermain melalui  tulisan di dalam blog Anekaragamilmu.wordpress.com ini. Terima kasih WordPress semoga jaya selamanya.

Tips & Trick Mudah Meredam Amarah

In response to The Daily Post’s writing prompt: “Mad as a Hatter.”

“Amarah itu ibarat api dalam sekam semakin lama kita pendam semakin besar perbuatan buruk yang di akibatkan”

Amarah memiliki dampak positif jika di salurkan dengan sarana yang tepat, namun amarah juga memiliki sisi negatif yang sangat berpengaruh pada psikologi seseorang. Berbagai macam kondisi dapat memicu munculnya amarah dalam diri kita, terutama aktifitas yang dapat menimbulkan stres. Pekerjaan yang menumpuk atau kemacetan di jalan raya adalah sebagian kecil contoh nyata yang bisa memicu amarah . Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah amarah? Berkonsultasi dengan seseorang yang anda percaya menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi amarah, menyampaikan pendapat atau beban pikiran pada orang lain terbukti efektif untuk mengurangi stres yang merupakan penyebab utama amarah seseorang. Berbagai media dan cara dapat digunakan untuk mengurangi amarah dalam diri kita.
1. Memanfaatkan audio atau video untuk menyampaikan amarah kita pada orang lain bisa menjadi solusi alternatif yang sangat efektif untuk mengurangi amarah dalam diri kita. Kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat dapat kita manfaatkan untuk menunjukkan sisi baik dan buruk dalam diri kita. Apakah anda memiliki Handphone, Smartphone atau peralatan elektronik yang bisa merekam suara atau video?  Jika anda menjawab iya! Anda bisa melakukan tips yang biasa saya gunakan untuk mengatasi amarah . Adapun caranya adalah meluapkan amarah di tempat khusus dan merekam semua aktivitas kita menggunakan peralatan elektronik yang mendukung . Entah  itu berupa kata-kata yang anda ungkapkan atau tindakan spontan yang kita lakukan. Jika sudah tenangkan diri anda dengan mengingat kembali memori indah yang membuat anda bahagia. Seperti kita ketahui bersama pada saat kita marah hormon adrenalin meningkat secara drastis sehingga membuat seseorang yang marah secara spontan kita akan mengucap kata-kata yang cenderung kasar dan kurang pantas. Tindakan yang bersifat anarkhis serta kekerasan menjadi bentuk puncak kemarahan. Dengan memunculkan kenangan yang indah dalam pikiran kita hormon adrenalin ini akan menurun dan membuat kita merasa nyaman. Setelah 5 – 10 menit putarlah rekaman anda perhatikan secara seksama semua ucapan dan perbuatan yang anda lakukan itu. Bayangkan jika orang yang menjadi sasaran amarah itu adalah diri anda sendiri. Dalam keadaan ini anda pasti akan merasakan betapa buruk perilaku anda saat marah ! Jika anda memiliki perasaan yang sensitif anda akan merasakan penyesalan, rasa kecewa dan pada akhirnya membuat diri anda berkata” ternyata saat marah saya ini lebih gila daripada orang gila sebenarnya ” dan anda akan tersenyum sendiri setelah menyaksikan video tentang diri anda yang sedang marah itu. Berani mencoba tips saya ini? Semoga bermanfaat untuk kita semua!

” sebuah senyuman lebih di sukai daripada tatapan mata yang sinis “

Tautan

“Andai aku bisa kembali ke masa lalu akan ku hapus semua kesalahan yang telah ku perbuat “

Waktu yang berlalu mengiringi setiap langkah kaki kita menjadi saksi bisu semua perbuatan kita . Sebuah fenomena yang menghebohkan tentunya bila kita bisa menciptakan sebuah Capsul Waktu. Seandainya memang mungkin, kita tentunya akan sangat bahagia dengan adanya Kapsul Waktu . Menjelajahi waktu yang di masa silam dan masa depan dengan mudah kita membangun sebuah generasi baru yang tentu lebih baik . Teknologi yang semakin berkembang dari masa ke masa melahirkan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang . Meski kecil kemungkinan untuk bisa mewujudkan impian membuat sebuah Kapsul Waktu karena berbenturan dengan beragam ilmu pengetahuan dan kenyataan yang ada saat ini. Namun bukan berarti kita harus putus asa dan berkecil hati , apapun bisa terjadi jika kita mau berusaha. Kita tentunya tahu apa yang ada saat ini berawal dari sebuah ketiadaan, beragam opini dan perdebatan masih terdengar jelas mengenai adanya lubang cacing di antariksa. Sebuah penemuan yang di anggap dapat menyeret benda masuk kedalamnya dan membawa ke tempat dan waktu yang berbeda. Di belahan bumi ini ada opini mengenai beberapa tempat yang merupakan gerbang menuju dunia lain . Segitiga Bermuda misalnya di representasi sebagai lorong waktu . Jika saja ada yang berhasil meneliti sebuah alat teleportasi kapsul waktu bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun jika memang Kapsul Waktu benar-benar ada apa yang akan anda lakukan. Membangun sebuah Generasi Impian di bagian waktu lain , atau memperbaiki sejarah yang ada pada masa itu, atau memperbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat. Sebuah renungan untuk kita untuk menghargai detik demi detik waktu yang berlalu agar kita bisa menjadi sosok seseorang lebih baik, jika memang hal ini tidak bisa terwujud.

” hargailah setiap waktu yang ada agar nantinya tidak kecewa ketika ia meninggalkan kita, karena kita tak akan mampu kembali ke masa lalu dan memutar waktu kembali”

In response to The Daily Post’s writing prompt: “Time Capsule.”